
Pondok Pesantren Al-Azkiya, Sabtu (15/06/2025) – Para santri Pondok Pesantren Mahasiswi Al-Azkiya’ terlihat bersemangat mengikuti kegiatan Academic Sharing Session bersama Prof. Dr. KH. Achmad Khudori Soleh, M.Ag sebagai pengasuh. Acara yang digelar di musala pesantren ini berlangsung pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB dan mengangkat tema bedah buku berjudul Dimensi Pemikiran Imam Syafi’i.
Prof. Khudori mengajak para santri untuk menyelami lebih dalam sisi pemikiran Imam Syafi’i, salah satu ulama besar yang dikenal sebagai ahli fiqih dan hadits. Salah satu pembahasan menarik malam itu adalah tentang posisi Imam Syafi’i dalam diskursus ilmu kalam atau teologi islam.
Beliau menyampaikan bahwa Imam Syafi’I dikenal sebagai ulama kritis terhadap metode debat ilmu kalam yang berkembang saat itu. Bahkan, beliau juga meluruskan pandangan Imam Syafii tentang ilmu kalam sebagai bid’ah karena dua hal, yaitu:
- Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkannya secara eksplisit.
- Para sahabat pun tidak pernah menebatkan masalah tersebut.
Diskusi ini tidak hanya berhenti pada kritik, Prof. Khudori juga mengajak para santri memahami berbagai konsep iman yang berkembang dalam aliran kalam, seperti:
- Murji’ah yang memisahkan antara iman dan amal.
- Khawarij yang mengkafirkan pelaku dosa besar.
- Mu’tazilah yang menyebut pelaku dosa besar berada di “posisi antara dua posisi”.
“Para sahabat bisa menjadi hebat karena gurunya juga luar biasa, yaitu Rasulullah. Maka kalau ingin menjadi pribadi yang kuat imannya, kita juga harus punya guru dan ilmu yang lurus” tutur pengasuh Pesma Al-Azkiya di tengah sesi.
Acara ini kemudian ditutup dengan refleksi bersama dan antusiasme dari para santri yang mengaku mendapat banyak sudut pandang baru. Salah seorang santri mengungkapkan. “ Saya baru tahu kalau pemikiran Imam Syafi’i juga mencakup hal-hal mendalam, seperti kalam, bukan hanya fiqih”
Dengan semangat “Bersama Ilmu, Hidup Lebih Bermakna”, kegiatan seperti ini menjadi penyegar intelektual dan spiritual para santri Al-Azkiya yang juga berstatus sebagai mahasiswa. Semoga bedah buku ini bisa menjadi wasilah semangat belajar dan berpikir kritis dengan landas akidah Ahlusunnah Wal Jama’ah.